Connect with us

Ekonomi Bisnis

100 UMKM Bandung Dibina KemenEkraf Agar Mampu Bersaing di Pasar Global

Published

on

Jabartrend,Bandung – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) Republik Indonesia terus berupaya mempercepat transformasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Melalui Direktorat Arsitektur dan Desain, KemenEkraf menggelar Workshop Branding dan Promosi Produk Kreatif dalam rangka akselerasi program “Creative by Indonesia” di Braga 8, Jalan Cikapundung, Kota Bandung.

Inisiatif strategis ini ditujukan untuk menjembatani tantangan yang kerap dihadapi para pelaku usaha lokal. Di era kompetisi pasar yang kian ketat dan terbuka, keunggulan mutu material semata dinilai belum cukup menjamin keberlanjutan bisnis tanpa ditopang oleh narasi merek serta identitas visual yang terarah.

“Kami hadir di sini untuk para UMKM agar nantinya bisa naik kelas. Usaha mereka tidak hanya berkembang di tingkat lokal saja, tetapi mampu melangkah ke tingkat nasional dan global. Itulah harapan besar kita untuk segenap pelaku UMKM di Kota Bandung,” kata Norma Megawati Panjaitan, Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Sabtu 17 Oktober 2026.

Norma menggarisbawahi bahwa kreativitas merupakan salah satu pilar fundamental perekonomian nasional. Kendati demikian, potensi gagasan yang melimpah tersebut wajib dikawal dengan kemahiran merancang identitas produk, membangun proposisi nilai tambah, serta menjaga relevansi dengan dinamika selera konsumen masa kini.

Guna memberikan pembekalan yang aplikatif, workshop ini tidak sekadar menyajikan paparan teoretis, melainkan juga membuka klinik konsultasi desain intensif. Para peserta memperoleh bimbingan langsung dari praktisi industri.

Menurut Norma, pemilihan Kota Bandung sebagai episentrum kegiatan bukan tanpa alasan. Bandung diakui memiliki ekosistem industri kreatif yang sangat matang dan komprehensif, mencakup spektrum luas dari fesyen, desain, kriya, seni rupa, hingga kuliner unggulan.

“Bandung ini sangat lengkap. Istilahnya all in one, segalanya ada di Bandung dan denyut kreativitasnya sangat luar biasa,” ujar Norma Megawati Panjaitan, Direktur Arsitektur dan Desain KemenEkraf RI.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan total 100 peserta terpilih, dengan pembagian 50 peserta per hari. Profil peserta mencakup pelaku UMKM binaan KemenEkraf, perwakilan akademisi dan mahasiswa, hingga jejaring pengelola galeri, asosiasi, dan komunitas seni rupa di kawasan Bandung Raya.

Rangkaian acara yang memadukan lokakarya, pameran produk kurasi, serta aktivasi promosi digital ini diharapkan bermuara pada peningkatan nilai ekonomi karya, terbukanya jejaring kemitraan bisnis baru, sekaligus mengukuhkan posisi karya anak bangsa dalam peta rantai pasok global.

“Jadi melalui penyelenggaraan kedua kegiatan ini, kami nanti berharap dapat mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk kreatif, memperkuat identitas serta nilai ekonomi karya, sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif,” jelas dia.

Terpopuler

Copyright Jabar Trend © 2025