Connect with us

Jabar

Fakultas Pertanian Unpad Tanam 2.500 Pohon Sukun Demi Sumber Pangan Berkelanjutan

Published

on

Jabartrend, Bandung – Fakultas Pertanian Unpad akan menanam sebanyak 2.500 pohon sukun di kebun percobaan Fakuktas Pertanian (SPLPP) Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut berkerjasama dengan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian Unpad bertujuan memperluas populasi sukun di Jawa Barat sekaligus dapat menjadi sumber pangan berkelanjutan.

“Penanaman sukun di kawasan Arjasari Kabupaten Bandung diharapkan menjadi model revitalisasi lahan yang efektif, terutama pada wilayah yang rentan terhadap degradasi dan bencana lingkungan,” ucap Rektor Unpad Prof. Arief Katrasasmita melalui Dekan Fakultas Pertanian Unpad Ahmad Choibar, Senin (4/5/2026).

Dia mengatakan, gerakan menanam sukun di Arjasari tindaklanjut dari kegiatan seminar nasional sukun yang digelar Agustus tahun 2025 di kampus Unpad. Ahmad mengatakan hasil seminar menekankan pengembangan sukun sebagai komoditas strategis untuk ketahanan pangan dan konservasi lingkungan.

Tidak hanya itu, ia menuturkan sistem perakaran sukun yang kuat dan kemampuan adaptasinya pada berbagai kondisi tanah menjadikannya tanaman ideal untuk konservasi lahan. Keberadaan pohon sukun juga diharapkan memberi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Sukun memiliki potensi besar sebagai bahan pangan alternatif dengan berbagai inovasi olahan, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi warga, khususnya masyarakat di sekitar SPLPP Arjasari,” ungkap dia.

Ahmad menambahkan Fakultas Pertanian Unpad juga akan membagikan bibit sukun kepada masyarakat dan petani di sekitar Kebun Percobaan Arjasari. Langkah ini bertujuan memperluas penanaman sukun di tingkat rumah tangga dan kelompok tani serta mendorong pemanfaatan sukun sebagai komoditas bernilai tambah.

Sementara itu, Ketua Alumni Fakultas Pertanian Unpad Rudi Rubijaya berharap gerakan penanaman 2.500 pohon sukun ini dapat mendorong pengembangan agroforestri sukun di Jawa Barat, menguatkan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal. Serta menjadi model kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dan menghasilkan dampak ekologis dan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

“Gerakan ini menjadi langkah nyata menuju masa depan pangan yang lebih resilien dan ramah lingkungan,” kata dia.

Sejumlah pimpinan akan hadir seperti anggota DPR RI Komisi IV Dadang M Naser, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania. Ketua Alumni Fakultas Pertanian Unpad Rudi Rubijaya, pimpinan kewilayahan dan 50 mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad.

Terpopuler

Copyright Jabar Trend © 2025