Connect with us

Jabar

Ketua BAZNAS RI Dorong Pusdai Jabar Kembalikan Empat Misi Utama Penguatan Umat

Published

on

Jabartrend, Bandung – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Sodik Mudjahid mendorong pengelola Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat untuk terus mempertahankan dan memperkuat empat misi utama yang pernah ditetapkan sejak awal berdirinya.

Penguatan fungsi Pusdai dinilai menjadi kunci vital dalam menjawab tantangan dakwah dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Barat saat ini. Sodik menegaskan bahwa apresiasi terhadap para perintis dan pengelola lembaga Islam merupakan bagian dari penerapan kebijakan berakhlak.

Penghargaan ini layak diberikan kepada para tokoh yang telah meletakkan fondasi kemakmuran umat.

“Hari ini, seperti yang saya katakan, ini bagian dari sebuah kebijakan berakhlak dari pengelola lembaga Islam—penghargaan kepada mereka yang dianggap memberikan fondasi-fondasi di dalam kemakmuran selanjutnya. Itu kami apresiasi,” ujar Sodik.

Sodik mengingatkan agar kepengurusan Pusdai Jabar saat ini minimal dapat mempertahankan, atau bahkan meningkatkan, empat fungsi strategis yang dulu pernah dirumuskan sebagai pilar utama pembinaan umat, fasilitator umat di mana Pusdai harus hadir memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, khususnya bagi kelompok masyarakat atau organisasi yang masih minim memiliki infrastruktur mandiri.

Koordinator umat, yang berarti Pusdai diharapkan kembali menjadi simpul koordinasi antarlembaga keagamaan di Jawa Barat. Sodik menyoroti rekam jejak Pusdai di masa lalu yang menjadi pusat rujukan koordinasi bagi berbagai elemen masyarakat.

“Dulu, mohon maaf, ada MUI, tapi masyarakat lebih banyak berkoordinasi kepada Pusdai. Fungsi koordinasi ini harus terus dihidupkan,” kata Sodik.

Selanjutnya, dinamisator kegiatan keagamaan. Pusdai bertindak sebagai pendorong roda keaktifan bagi lembaga-lembaga keumatan di tingkat akar rumput, seperti Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Majelis Taklim, hingga Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Kemudian, inovator dakwah dan pemberdayaan yang berarti Pusdai dituntut tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga menciptakan terobosan baru.

“Kita harus inovatif di dalam pembinaan umat, baik inovasi di dalam dakwah, pendidikan, maupun inovasi dalam pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya.

Selain mendorong penguatan peran Pusdai, Sodik juga menyinggung pentingnya sinergi antarlembaga Islam dalam mengatasi berbagai persoalan keumatan, termasuk tantangan ekonomi yang dihadapi lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren di Jawa Barat.

Merespons adanya penyesuaian atau pemotongan anggaran bantuan pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat akibat keterbatasan anggaran daerah, Sodik menilai hal tersebut dapat dimaklumi. Namun, BAZNAS RI siap mengambil peran sebagai penopang melalui alokasi dana non-pajak dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Kita maklum semua pemerintah daerah sedang dalam kesulitan uang. Karena itu, BAZNAS hadir lewat program Pesantren dan Madrasah Layak Belajar untuk memberikan dukungan fisik, penyediaan air bersih, program Rumah Terang untuk pesantren di daerah tanpa listrik, hingga beasiswa bagi para ustaz,” jelas Sodik.

Langkah integrasi antara penguatan pusat dakwah seperti Pusdai dan intervensi program dari BAZNAS diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pembinaan serta kemakmuran umat Islam di Jawa Barat secara menyeluruh.

Terpopuler

Copyright Jabar Trend © 2025